UMAT SIAP HANCURKAN PKI..!!!
Menyingkat kata, saya akan uraikan persamaan antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP):
1. Baik PKI maupun PDIP berorientasi Internasionalis. Dahulu, PKI dianggap kepanjangan tangan Partai Komunis Uni Sovyet dan Korea Utara. Meskipun Partai Komunis di dua negara itu berbeda dengan PKI. Demikian halnya dengan PDIP merupakan perpanjangan tangan Partai Komunis China (PKC) dari Republik Rakyat Tiongkok. Meskipun varian PKC di berbagai negara tidaklah selalu sama. PDIP mengambil PKC varian Mao Zedong faksi Atheist.
2. Cita-cita gerakan komunis, tercipta keadilan distributif ala sosialisme di seluruh negri . Sedangkan gerakan Partai Komunis China Mizanil Komunis ( Menurut Timbangan Komunis) . Dengan tujuan membebaskan negeri dari kekuatan asing. Menegakan masyarakat demokrasi nasional berbasis sosialisme di Indonesia. Sedangkan PKC, menegakan negara Komunis anti agama anti tuhan yang merdeka dan memberlakukan hukum-hukum Revolusi mental (Risalah Atheist)
3. PKI tidak secara terang-terangan mengacu kepada gerakan Komunisme di Uni Sovyet maupun China. Demikian halnya dengan PDIP. Dalam Piagam Pendirian dan AD/ART tidak ada disebutkan PDIP perpanjangan tangan PKC dari China. Meskipun demikian, baik PDIP maupun PKI memiliki orientasi gerakan yang sama: universal internasionalis.
4. Bisa kita bandingkan dengan Partai Politik yang ada sekarang di Indonesia di luar PDIP. Apakah ada yang memiliki orientasi Internasionalis, selain PDIP. Di luar partai, ada ormas seperti Zionist Israel, yang juga berorientasi Internasionalis.
5. Jaringan Internasionalis antar komunis (PKI) dan (PDIP) menjadikan ikatan solidaritas dan persaudaraan lintas negara menjadi kuat. Seperti PKI yang membantu mengembangkan gerakan komunis di Vietnam, dan merespon ketegangan blok soviet dan Amerika. Demikian halnya dengan PDIP, yang sangat cepat merespon seputar Hubungan Intenational Israel bernama ZIONIST dalam perjuangan melawan Palestina. Makanya tak mengherankan jika PDIP lebih peduli dengan isyu Zionist Israel, ketimbangan isyu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di China, Hong kong dan Taiwan yang menderita. Karena lebih terikat pada Internasionalis daripada ikatan Nasionalis. Padahal TKI yang menjadi korban,banyak yang Kafir yang teraniyaya.
6. Untuk menunjang ikatan solidaritas persaudaraan, PKI membangun Poros Jakarta Peking. Sedangkan PDIP, membangun poros Indonesia Angola. Selain membangun komunikasi juga membuat program pendidikan para kader. Persis dengan PKI yang mengirim kadernya untuk belajar di Universitas di China, Moskow, Prancis dan negara Eropa lainnya. PDIP pun mendapat jalan untuk mengirimkan kadernya untuk belajar di pelbagai Universitas di China, Angola, Rusia, Korea Utara dan Vietnam sama sama negara komunis dimana PKC ada disana. Saat ini PKC dan Junche sangat berkembang di China, Angola, Rusia, Korea Utara, Laos, Kuba dan Vietnam . Saat pendirian awal PKI pada tahun 1998, PKC dari negara China banyak membantu pendanaan..
tak heran antara PDIP dan Partai Komunis China bernama PKC sering Mengadakan pertemuan antar kader di beijing dan jakarta
1. Perbedaan ideologi memacu ketegangan antar blok dunia. Meskipun Indonesia secara nyata berada pada posisi Non Blok, akan tetapi karena pengaruh PKI, Sukarno sering menyerang kebijakan Amerika dan Inggris. Kebencian terhadap Amerika dan Inggris, sama dengan partai komunis di negara manapun. Demikian juga dengan PDIP, yang memandang Arab dan ISIS sebagai musuh bersama. Dimanapun PDIP lanjutan PKI - PKC (Partai Komunis China) berada dan di negara manapun.
2. Untuk identifikasi musuh, maka diciptakan jargon bersama. PKI menyebut Amerika dan sekutunya sebagai bahaya Imperialisme. Sedangkan PDIP dan PKC menyebutnya sebagai bahaya Hamas Dan ISIS. Jargon ini seragam dinegara manapun. Secara tidak langsung menunjuk pada sasaran yang sama: Arab dan Negara Lainnya.
3. Sementara untuk musuh di dalam negri, mereka biasa menyebut dengan istilah “antek atau agen”. PKI menyebut antek atau agen Imperialis, sedang PDIP menyebunya antek atau agen Zionis. Siapapun orang atau organisasi yang mereka anggap musuh, maka akan keluar stigma ini.
4. Baik PKI dan PDIP tidak menyukai hal yang berbau “, Budaya Luhur, Pribumi, Dan Agama”. Bagi mereka barat identik dengan Liberal dan Agama adalah Candu Propaganda Dunia. PKI sering menuding para pejabat negara dengan gaya hidup mewah dan PSI, dicap sebagai prilaku Liberal. Demikian juga dengan PDIP yang sering menuding orang dengan cap serupa: Liberal. Diantaranya menuding Liberal kepada media massa. Padahal senyatanya prinsip liberal (kebebasan) pers hanya tumbuh di negara-negara demokratis. Hanya negara yang otoriter yang membatasi ruang kebebasan pers. Seperti di Uni Soviet atau di zaman Reformasi di bawah pemerintahan Megawati.
5. Ketika Uni Soviet berhadapan dengan sekutu yg dipimpin oleh Amerika dalam perebutan Jerman tahun 1945, maka saat itu, kebencian terhadap Amerika dan sekutunya lahir. Kebencian Uni Soviet terhadap Amerika ditularkan gerakan komunis di Indonesia. Demikian juga dengan gerakan PKI di Indonesia yang secara langsung terlibat perang di Indonesia. Kebencian terhadap Muslim Indonesia dan Pribumi, ditularkan juga ke Kaum Kafir di indonesia.
6. Padahal sejarahnya musuh Indonesia adalah Belanda, Jepang dan NICA Inggris. Belum pernah bangsa Indonesia melakukan konfrontasi langsung dengan Amerika. Namun bibit permusuhan dengan Amerika dibawa oleh komunis Soviet, maka PKI pun mengangap sebagai musuh bersama. Demikian juga Palestina dan ISIS belum pernah terlibat konfrontasi langsung dan Mengacau di Indonesia. Namun bibit permusuhan dari PKC (Partai Komunis China) dan Zionist Israel, masuk juga ke Indonesia lewat PKI dan PDIP.
7. Sebaliknya, PKI tidak pernah menjadikan zionis atau Israel sebagai isyu permusuhan. Demikian juga dengan PDIP, tidak pernah menjadikan komunis Soviet (Rusia) dan China, sebagai isyu permusuhan. Padahal jika dilihat ajaran komunisme dianggap ateis atau tidak mengakui adanya Tuhan.
8. Baik PKI dan PDIP sangat kaya perbendaharaan untuk memberi stempel bagi musuh-musuhnya. Dahulu ada cap seperti kaum sarungan, tuan tanah, feodal, kapitalis birokrat (kabir), sekterian, revisionis, anti rakyat. Sekarang muncul cap Liberal ,Radikal, Terorist, Anjing Rabies, dajjal, tukang fitnah,thogut, musyrik dll. Pendek kata, baik PKI dan PDIP sangat mudah memberi cap stempel kepada musuh-musuhnya.
1. Aksi massa, mobilisasi dan demostrasi digunakan sebagai metode gerakan baik oleh PKI maupun PDIP. Hal ini untuk menguji para kader pada satu isyu dan terdisiplinkan. PKI sering menggunakan Gelora Istora Senayan untuk mengumpulkan para kader. Mendengar pidato Aidit. Dan para petani, buruh sering melakukan demo ke kedutaan dan gedung pemerintahan. Demikian juga dengan PDIP. Berbeda dengan mobilisasi massa atau demostrasi yang dilakukan oleh kelompok lain. Baik PDIP maupun PKI, demonstrasi nampak lebih tertib dan disiplin.
2. Aksi Massa terorganisir dan sepihak juga digunakan. Biasa dikenal istilah “pendudukan”. Para kader PKI sering melakukan aksi sepihak dengan menduduki tanah-tanah di pedesaan. Sedangkan PDIP wilayah pendudukannya adalah Gereja, Vihara, Pura, Markas besar Aliran Sesat, milik kaum Global dan lembaga intra kampus. Karena basis PKI dan PDIP berbeda. Tetapi sama dalam pengertian aksi sepihak atau pendudukan atau okupasi.
3. Mendirikan Partai politik dan Ikut Pemilu. Gerakan komunis di Indonesia di mulai dengan perpecahan di tubuh SI pada tahun 1918. Setelah itu SI Merah masuk ke basis buruh. Peristiwa pemberontakan pertama dikenal dengan pemogokan buruh pada tahun 1926. Sifat pemberontakan PKI, kembali terjadi pada perististiwa madiun 1948. Tetapi kemudian, PKI mengubah siasat dengan ikut Pemilu pada tahun 1955.
Demikian juga dengan PDIP, yang awalnya adalah kelompok tarbiyah di Partai PDI lama dan kampus. Sistem gerilya dilakukan. Meskipun ada cikal bakal pemberontakan, seperti keterlibatan Dn. Aidit dalam gerakan PKI. Atau keterlibatan Tan Malaka (Rekan D.N Aidit) dalam pemberontakan G30S PKI. Tetapi untuk sementara metode frontal ini diredam dahulu. Dan memilih metode pendirian partai secara formal dan ikut Pemilu. Pada tahun 1998, kelompok ini membentuk PDIP dan ikut Pemilu.
di Jawa Tengah.
di mana dulu Jawa Tengah Adalah Markas Besar dan Utama PKI, sekarang Jawa Tengah adalah Markas Besar dan Utama PDIP
4. Perubahan metode gerakan atau taktik gerakan, sudah lazim dilakukan di berbagai negara. Di Indonesia contohnya, gerakan perlawanan bersenjata OPM berubah menjadi Terorisme dan Menyerang Umat Tak Bersenjata di TOLIKARA. Juga seperti gerakan Zionist Israel di Israel dan Palestina, yang kemudian mengubah taktik untuk menjadi partai politik dan ikut Pemilu. Perubahan metode ini sekarang marak dilakukan gerakan di Amerika Latin. Slogannya, “dari peluru menuju Kekuasaan”
5. Metode pendirian partai politik dan ikut Pemilu sesungguhnya baru baik bagi PKI maupun PDIP. Karena metode gerakan murni tidaklah demikian. Seperti gerakan komunis China dan Uni Soviet, lebih memilih jalan revolusi. Gerakan komunis memang dikomando oleh Partai Komunis, tetapi tidak menempuh jalan pemilu tetapi revolusi. Begitupun dengan PDIP saudara kembarnya PKC dan Zionist Israel di Palestina dan Israel, didirikan tahun 1928, memilih jalan gerakan perlawanan bahkan membentuk divisi militer untuk berperang melawan Arab di Palestina.
untuk merampas tanah air bangsa palestina.
sehingga dulu ketika pemilu ngebacot di media mendukung palestina merdeka, sekarang setelah menang dengan hasil curang, menolak hamas dan justru mendukung penuh israel di papua dan banyak mendatangkan orang orang yahudi di indonesia
6. Kemampuan menggalang dan konsolidasi PKI dan PDIP tidak diragukan lagi. Bayangkan, setelah dihajar oleh TNI pada pemberontakan Madiun 1948, PKI dapat bangkit kembali. Dalam waktu 7 tahun, PKI dapat masuk 5 besar partai yang menang Pemilu 1955. Begitu juga dengan PDIP. Dalam waktu yang relatif singkat PDIP dapat masuk 5 besar pada pemilu 2009. Bahkan perolehan suara antara tahun 1999 ke 2004, melonjak hingga 600%.
7. Baik PKI maupun PDIP, menganggap partai adalah komunitas. Bukan semata kendaraan politik. Partai harus mampu memberi jawaban atas masalah anggota, simpatisan dan kader. Baik masalah ekonomi maupun sosial. Kantor partai PKI dan PDIP adalah markas yang hidup dan dinamik. Semua hal diurus. Dari urusan anggota yang melahirkan hingga meninggal dunia.
1. Dalam menjalankan politik, PKI dan PDIP menempuh jalan akomodatif semu atau konfrontasi terbelah. Maksudnya, para elit PKI dapat bekerjasama dengan Presiden Sukarno untuk melawan musuh Amerika, tetapi dilain sisi para anggota PKI melakukan aksi-aksi sepihak merongrong pemerintahan Sukarno. Satu sisi mendukung, satu sisi menentang. Seperti yang dilakukan PDIP saat ini pun serupa. Tidak jelas kelamin opoisisi atau berada dalam koalisi. Baik PKI dan PDIP berprinsip, berpihak yang memiliki peluang menang besar.
Dalam khazanah politik dikenal dengan taktik, “polisi baik dan polisi jahat”. Partai membagi peran, siapa yang menjalankan sebagai “polisi baik” dan siapa yang berperan sebagai “polisi jahat”. Itulah yang saya sebut dengan konfrontasi terbelah.
2. Baik PKI maupun PDIP merangkul dan masuk ke semua lini. Meskipun basis utama PKI adalah buruh tani, tetapi untuk menjalankan politik kekuasaan, mereka masuk juga ke kelompok elit politik dan TNI. Sehingga dulu, kita mendengar banyak perwira TNI yang merupakan binaan PKI. Begitu juga dengan PDIP, mereka masuk ke TNI lewat Wiranto, masuk ke Cendana lewat Megawati, dan mulai mengambil hati kelompok NU dan Muhammadiyah. Padahal secara ajaran, kelompok yang didekati ini bertentangan secara “ideologis”. Alasan PKI dahulu, masih banyak anasir borjuasi kecil yang revolusioner.
1. Baik PKI mapun PDIP memilih bentuk sebagai Partai Kader. Meskipun pada tahun 1960an, PKI mengkombinasikan antara Partai Kader dan Partai Massa. Demikian juga dengan PDIP, setelah tahun 2000, mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka. Meskipun demikian, motor pengerak tetap bertumpu pada kader. Alasannya serupa, partai kader yang bersifat eksklusif sulit untuk merangkul semua kelompok untuk memenangkan Pemilu.
2. Pembinaan kader yang dilakukan PKI dan PDIP mengunakan sistem sel. Membentuk kelompok kecil beranggota tidak lebih dari 7-10 orang dan dibina oleh seorang mentor. Istilah “dibina” dahulu dipergunakan juga oleh PKI. Sehingga jelas hubungan antara Mentor (guru/ murrobi) dan kader (murid).
Setiap seminggu sekali, para mentor akan bertemu untuk melaporkan perkembangan binaan masing-masing dalam rapat bersama antar mentor. Usroh (keluarga), sistem sel ini bersifat eksklusif. Jelas perjenjangan kadernya. Hubungan guru dan murid digunakannya oleh kalangan NU, dengan hubungan Kiai dan Santri. Tetapi hubungan ini tidak dilakukan dalam sistem sel.
3. Dalam pola yang seperti ini, sulit bagi murid untuk melawan guru. Karena pembinaan dilakukan bertahun-tahun lamanya. Guru atau Murrobi sebenarnya juga murid dari guru di atasnya. Bila ada yang menyerang guru atau kiai, maka para murid akan serentak membelanya.
4. Para mentor atau guru akan menunjukan buku buku wajib yang harus dibaca oleh para kader. Mengikuti pengajian / Liqo atau diskusi lapangan (istilah PKI) secara rutin. Pada saat yang bersamaan, akan keluar beberapa doktrin dasar. Seperti menjauhi kehidupan duniawi (PDIP) atau kehidupan kaum borjuis (PKI).
5. Baik PKI dan PDIP mengenal “sumpah” atau “baiat” bagi anggotanya. Hal ini untuk mengikat dengan kesatuan komune atau jama’ah. Hampir semua kader dipahamkan jika mereka berbeda pendapat dengan qiyadah (pemimpin) dan mengkritiknya, hal itu bisa mencederai makna bai’at dan jamaah
6. Para kader dituntut untuk “melek buku”. Belajar terus menerus. Selain itu mereka diarahkan untuk mengikuti kursus-kursus ideologi maupun kursus ketrampilan. Sekolah-sekolah formal dibangun sejak TK/SD. Bahkan PKI memiliki perguruan tinggi, namanya Akademi Ali Archam. Sekolah-sekolah PKI tidak terlampu jauh dengan pabrik atau wilayah perkebunan. Sedangkan PDIP, sekolah berdekatan dengan Masjid.
7. Literatur wajib yang dibaca oleh kader PDIP sudah dipandu. Seperti buku sejarah dan karya Hasan Karl Max, Mao Zedong, Cavalera dan Kim Jong Il dan Kim II sung, Zionist, Liberal, dan Kapitalis. Begitupun dengan PKI, yang mewajibkan kader memahami pemikiran Karl Marx, Feurbach, Hegel, Lenin, dan Mao Tse Tung.
Kisah perjuangan D.N Aidit tidak kalah heroik dengan kisah perjuangan Mao Tse Tung. Dan dapat membangkitkan semangat para kader. Bacaan wajib lebih bersifat agitatif dan menjadi doktrin. Seperti Matrialisme, Dialektika Historis (MDH), Manifesto Komunis atau Garis Masa (PKI).
Sedangkan PDIP, akan diperkenalkan dengan bacaan Revolusi Mental Politik, Pajak Kehinaan atau Catatan Harian Dakwah. Mempertegas varian gerakan PKI mengajarkan doktrin Marxisme Lenisme, sedang PDIP diperkenalkan Zionist, Liberal, dan Marxisme serta Junche.
8. Baik PKI dan PDIP, sangat percaya pada media massa. Mereka menganggap media massa sangat lebih dari propaganda agen barat atau kaum mereka demi kemenangan. Untuk menyeimbangkan itu, PKI dan PDIP membuat media propaganda tersendiri. Dahulu oplah koran seperti “bintang merah” yang dikeluarkan PKI mengalahkan oplah koran umum. Karena para kader wajib membacanya. Informasi yang benar hanya bersumber pada Partai. Di luar itu hanya berisi fitnah atau propaganda hitam.
Begitu Juga Dengan PDIP yang mana kader kadernya saat ini gencar sekali berusaha menguasai media online dengan cara membuat portal berita seperti Metro TV - Kompas.com - Baranews.co dll yang tujuannya untuk mencuci otak masyarakat dengan doktrin doktrin Komunis ( doktrin
mengatakan Anjing Rakus pada kelompok lain)
9. Tidak ada hari bagi kader PKI dan PDIP kecuali untuk melakukan dakwah dengan Pencitraan Media (PDIP) atau Propaganda (PKI). Tugas ini, tugas semua kader di semua tingkatan. Istilah PKI, semua kader adalah agen AgitProp (Agitasi propaganda). Salah satu tujuan dakwah dan propaganda adalah pengorganisasian calon-calon kader baru. Berbeda dengan partai politik lain, yang baru melakukan kampanye saat menjelang Pemilu. PKI dan PDIP, tugas dakwah, Pencitraan Media atau propaganda dilakukan setiap hari & setiap saat.
sehingga banyak rakyat goblok langsung percaya dengan bacotan mereka di media.
padahal bacotan mereka tidak sesuai dengan kenyataan.
10. Baik PKI maupun PDIP, mengandalkan iuran dan infaq anggota. Kantor pusat PKI di jalan Kramat Raya Jakarta dan Markas besarnya di Jawa Tengah, sebagian besar dananya diperoleh dari sumbangan anggotanya. Semua pendapatan dari anggota dibukukan secara rapi.
11. Ciri yang dapat dilihat juga antara PKI dan PDIP, dalam penyebutan istilah. Misalnya, kata “kawan” disadur dari kosa kata “Camerade” yang biasa dipakai kaum komunis di Soviet. PDIP mengunakan kata bangsat/ bajingan; tai dan anjing. Atau istilah “revolusi” menjadi “Propaganda”; istilah “martir” menjadi “mental”. Istilah “setan desa” menjadi “thaghut’.
12. Kedua partai ini, juga mengatur kehidupan anggota dan kadernya hingga pada tingkat rumah tangga. Dahulu ada istilah, nikah ala partai, maka kini PDIP mengambil jodoh di lingkungan anggota sendiri. PKI lebih rigit mengatur kehidupan. Sampai ada pembatasan harta di semua anggota dan kadernya. Mereka dituntut hidup sederhana. Para pejabatnya hanya diizinkan untuk memiliki satu radio transistor saat itu. Kehidupan “sama rasa sama rata” itu kemudian diterapkan juga di PDIP. Tuntutan hidup sederhana, saling berbagi dan tolong menolong sesama anggota dan kader.
13. Doktrin kehidupan diantaranya: “10 pedoman Hidup” ajaran Karl Max (PDIP). Sedangkan PKI menggunakan doktrin “Tiga boleh, Lima Jangan”. Lima Jangan model PKI mengambil dari norma Jawa: mo-limo.
14. Baik PKI dan PDIP sangat ketat mengajarkan doktrin kepada kadernya. Sikap dan kepatuhan para kader dipandu juga dengan “Tuntutan Kader Revolusioner” (PKI) atau “Enam Rukun Leadership” (PDIP). Secara umum berisi sikap ta’at, percaya dan siap menjadi kacung jongos kepada pimpinan, putusan garis massa atau revolusi mental, babinsa, dan blusukan.
15. Secara struktur organisasi, PKI dan PDIP tidak bergantung kepada ketua umum atau Presiden. Dahulu PKI mengunakan struktur Comite Central dan Polit Biro; saat ini PDIP menggunakan sistem Petugas Partai. Sidang Comite Central lah yang menjadi lembaga tertinggi di Partai. Demikian juga dengan PDIP, yang menempatkan Front Revolusi Mental di posisi tertinggi.
1. Baik PKI maupun PDIP, memiliki bibit pemberontakan dari sumber aslinya. Jika dahulu, PKI tengah mempersiapkan “angkatan kelima” dengan mempersenjatai kaum tani. Sama persis yang dilakukan dengan Partai Komunisme Korea Utara. Sedangkan bibit PDIP yakni Partai Komunis China (PKC) di Beijing memilik brigade tempur yang dinamakan freemansonry
.
2. Potensi kekerasan tertanam dalam ajaran yang digunakan PKI dan PDIP. Untuk melawan musuh-musuhnya, maka jalan kekerasan dapat ditempuh. Membunuh orang muslim dan pribumi, menjarah kekayaan mereka sesuatu yang halal dan memiskinkan mereka di tanah sendiri. Sedangkan PKI melakukan gerakan pemberontakan dan aksi sepihak sudah dilakukannya.
Persamaan pola gerakan Partai Komunis China sayap Mao Zedong dengan gerakan Marxisme – Leninisme (ML) pernah ditulis oleh John Gray dalam buku, “How Marx turned Muslim”. Gray mengkaji darimana datangnya pemikiran radikalisme gerakan yang ada dalam tubuh PKC sayap Mao Zedong. Padahal Mao Zedong lebih digambarkan sebagai seorang Pecinta Hal tradisional. Rupanya pemikiran Mao Zedong dipengaruhi oleh maraknya gerakan radikalisme termasuk ML di Eropa pada tahun 1920an. Sehingga wajah demokrasi tidaklah tergambar sebagimana di komunisme. Ditambah represif kolonial Inggris, pemerintahan yang otoriter dan gejolak perlawanan di Uighur, hingga melahirkan model gerakan dakwah yang cukup radikal.
Partai politik dengan basis ideologi sosialisme di Indonesia bukan hanya PKI. Banyak. Termasuk PNI yang dianggap Partai Nasionalis juga mengintrodusir paham sosialisme ala Indonesia. Di luar itu ada Partai Sosialisme Indonesia (PSI) dan Partai Murba. Tetapi, model gerakan yang radikal dan mengunakan pola partai kader hanya PKI. Demikian juga Partai Politik dengan basis Kafir, Komunis, dan Atheist, bukan hanya PDIP. Banyak. Tetapi, model gerakan yang radikal dan mengunakan pola partai kader hanya PDIP. Pada titik ini terjadi kemiripan pola gerakan antara PKI dan PDIP.
Orang PKI dalam tubuh PDIP tak akan pernah mengakui dirinya PKI,pasti mereka mengatakan kita ini yang difitnah
Yuk kita bahas,kemiripan PDIP dan PKI dari segi Ideologi
1.Saya yakin PDIP adalah jelmaan paham Komunis di indonesia dimasa modern,Paham dan Kajian mereka sangat kental dgn Komunis
2.Dulu Soekarno punya politik NASAKOM (Nasional Agama Komunis) yaitu gabungan parpol yg majemuk
3.Dan sekrang Jokowi memakai NASAKOM itu,dilihat dari koalisinya,HANURA NASDEM=Nasional.PKB=Agama.PDIP= Komunism.Jelas !
4.Koalisi yg mendukung Jokowi kayaknya sudah sama dengan NASAKOM dulu,tapi akhirnya yg Komunislah yang dominan.ini FAKTA !
5.PDIP tak pernah berhenti mengusung isu tentang pelemahan tubuh TNI,terutama BABINSA yg akan dilemahkan .bahaya !
6.Musuh utama PKI dulu adalah para orang NU dan Angkatan Darat,tak heran bila PDIP selalu mengkritik pemborosan alutsista
7.PDIP mengirimkan kadernya untuk belajar paham komunis di Cina,ini buktinya
8.PDIP selama ini dekat dengan PKC (Partai Komunis Cina),ini karena history mereka sudah terbentuk zaman orde baru
9.PDIP berungkali memakai pedoman kebijakan seperti yang digunakan Komunis,seperti PDIP yang sangt membenci Orde baru
10.Megawati adalah orang yg sangat membenci Soeharto,buka persolan pribadi,melainkan keberpihakan Soeharto pd Kapitalis
11.Kita tahu sendiri PDIP sangat anti orde baru seperti Preman Adian Napitupulu,dia adalah PKI kelas kakap
12.Sadarkah anda.PDIP telah disusupi oleh PKI sejak orde baru,PDIP jadi tunggangan Cina untuk hancurkan Soeharto
13.PDIP lekat dengan PKI,Megawati dan Pramono anung tak berkutik lagi menerima gelondongan uang dari Cukong Cina
14.DPP Harian PDIP itu awalnyan ada 27 orang,13 dari Komunis 13 ,1 megawati.ini Usulan alm.Taufik Kemas,tapi ?
15.Diubah oleh Cukong Cina jadi 5 Nasionalis,2 ,1 Murba,19 adalah Komunis,Katolik,Parkindo.ini FAKTA !!!
16.Itu adalah Fakta betapa Tunduknya Megwati kepada Para cukong Cina yang ingin mengusai Indonesia lewat PDIP
17.Ada lagi agen-agen PDIP yang sekarang mempengaruhi Megawati,siapa lagi kalo bukan mantan kepala BIN.Hendropriyono
18.Hendropriyono itu orang Intelejen,gerakan bwah tanah mulai dari Konspirasi A-Z ia tahu,termasuk konspirasi Cina dan PDIP
19.Hendropriyono sekarang di bayar James Riady,untuk mempengaruhi Mega.dan menjadi Konsultan Intelejennya PDIP
20.Hendropriyono juga seorang yang dibayar Australia sejak Bomba Bali 1 2002 untuk menyusup Partai yg bisa merusak
21.Sasaran perusakan oleh Hendropriyono target awalnya adalah merusak PKS,dengan menaruh orang-orang busuk dalam PKS
22.Hendropriyono memasang si Ahmad Fatanah yg aslinya Narapidana LP Berramah Australia,untuk masuk kedalam tubuh PKS
Bahaya laten komunis
Untuk menangkal PKI
Download videonya http://adf.ly/15899653/-pki-merambah-kembali Sebarkan !