Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di salah satu sudut ka'bah. Dalam sebuah riwayat, batu ini disebut berasal dari surga yang diberikan kepada Ismail AS melalui perantara Jibril. Pendapat mengenai Hajar Aswad berasal dari surga ini turut diceritakan Ibnu Katsir dalam Qishash al-Anbiya (Kisah Para Nabi)
Hajar Aswad merupakan batu sejenis meteor. Menurut hadist riwayat Tirmidzi, Hajar Aswad adalah batu-batuan dari surga. Ada juga yang menyebut Hajar Aswad merupakan batu vulkanik. Batu hitam ini tentu saja dikenal baik oleh sebagian besar umat Islam.
Menurut keterangan hadits dan Kitab Syaraf al-Mushthafa, Hajar Aswad disebut sebagai salah satu batu yang berasal dari surga yang berwarna putih terang. Dari Ibnu 'Abbas RA, Rasulullah SAW mengatakan, menghitamnya Hajar Aswad seiring dengan dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia.
Orang Muslim mengatakan, Hajar Aswad ditemukan oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail, ketika mereka mencari batu untuk membangun Ka'bah.
Hajar Aswad hilang dari Kabah selama sekitar 23 tahun, sebelum akhirnya dikembalikan pada tahun 953. Menurut sejarawan, kelompok Qaramitah sempat meminta tebusan kepada Bani Abbasiyah apabila Hajar Aswad ingin dikembalikan.