Kisah Nabi Daud As

bambang24
1 Views
Nabi Daud as berasal dari suku Sibth (kabilah) Yahudza bin Yaqub bin Ishak bin Ibrahim as, di antara berita tentangnya sebelum kenabian adalah bahwa dia membunuh pemimpin zalim, Jalut, panglima tentara kafir. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 251: Artinya: "Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya." Nabi Daud adalah seorang bala tentara yang mampu memenangkan perang Thalut dan Jalut. Setelah kemenangan perang tersebut, dia pun diangkat menjadi raja. Dalam beberapa riwayat disebutkan kerajaan Nabi Daud merupakan yang paling kuat di dunia, bahkan dijaga oleh 40 ribu pasukan. Bersamaan dengan itu, Allah SWT juga mengutusnya untuk menjadi seorang rasul, dengan kitab suci Zabur untuk disampaikan kepada Bani Israil. Dalam menyiarkan kebenaran dan agama Allah SWT, Nabi Daud diberikan sejumlah mukjizat. Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Daud mukjizat yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran Rasul dan sekaligus melemahkan musuh-musuh Allah SWT. Salah satu mukjizat Nabi Daud adalah dapat melunakkan besi dan mengubah bentuk besi tanpa memerlukan peralatan apa pun. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Saba ayat 10: Artinya: "Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang ulang bersama Daud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya" (Q.S. Saba :10). Allah SWT menganugerahkan kepada nabi Daud dengan suara yang sangat merdu, sehingga ketika sedang melantunkan kitab Zabur, burung-burung turut berhenti di udara untuk menyimak bacaanya. Begitu pula dengan gunung-gunung yang ikut bertasbih bersamanya. Dalam sebuah tafsir Ibnu Katsir berkata: "Tidak ada satu waktu pun malam dan siang hari nabi Daud berlalu kecuali keluarganya beribadah pada waktu siang dan malam, dia shalat, berpuasa, dan berzikir hingga dia diberi gelar oleh Allah SWT dalam firman-Nya "Hamba Kami." Gelar tersebut adalah kedudukan penghambaan yang sangat tinggi yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Rasulullah bahkan menggabungkan keseluruhan sifat-sifat yang dimiliki oleh nabi Daud. Sebagaimana diperoleh dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari yang berasal dari Abdullah bin Amr bin al 'Ash, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa nabi Daud, dia puasa satu hari dan berbuka satu hari, dan shalat yang paling disukai Allah adalah shalat nabi Daud, dia tidur pada tengah malam lalu dia bangun pada sepertiga malam, dan dia tidur pada seperenamnya." (HR Bukhari) Hingga akhir hayatnya, nabi Daud meninggal dunia di usia 100 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis. Kemudian, kerajaannya dilanjutkan oleh anaknya yang juga merupakan nabi Allah yang juga patut diimani yaitu nabi Sulaiman. Dari kisah nabi Daud, anak bisa mengambil pelajaran bahwa dia merupakan sosok pemberani dan merupakan pemimpin yang bijaksana.

Latest Videos

Partner Program Latest Videos Terms of Service About Us Copyright Cookie Privacy Contact