Kalau tidak kritis namanya bukan religius, melainkan hanya ritualis.

Author Tahrumie 1 hour ago
21 Views
Penguasa yang takut pada rakyatnya akan selalu mencari cara untuk meninabobokan kesadaran. Salah satu cara yang paling tua dan paling halus adalah dengan memelihara religiositas tanpa nalar. Rakyat dipersilakan berdoa sepanjang hari, asalkan tidak bertanya mengapa hidup mereka tetap sengsara. Mereka didorong menengadah ke langit, supaya lupa menatap kenyataan di bumi. Religi, pada dirinya, bukan musuh kemerdekaan. Ia bisa menjadi sumber keberanian, sumber keteguhan moral. Tetapi di tangan penguasa yang culas, ia dijadikan alat penjinakan. Doa dipuji, kritik dicurigai. Kesabaran diagungkan, perlawanan dicela. Seolah-olah kemiskinan adalah takdir yang harus diterima, bukan persoalan sosial yang harus diselesaikan. Penguasa lebih menyukai rakyat yang khusyuk daripada rakyat yang berpikir. Sebab pikiran yang merdeka tak bisa diarahkan dengan pidato atau ancaman. Pikiran yang merdeka akan bertanya: siapa yang menikmati hasil kerja kami? Mengapa hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas? Mengapa kekuasaan selalu meminta pengertian, tetapi tak pernah mau diawasi? Doa mudah diarahkan karena ia bisa dibingkai dalam tafsir yang menguntungkan kekuasaan. Tetapi pikiran yang merdeka menuntut bukti, menuntut keadilan, menuntut perubahan. Di situlah letak ketakutan penguasa. Bukan pada keramaian masjid atau gereja, melainkan pada kesadaran yang tumbuh di kepala rakyat. Maka tugas kaum merdeka bukan menjauhkan rakyat dari iman, melainkan menyandingkan iman dengan akal. Religi yang berpadu dengan kesadaran sosial tidak akan menjadi alat penindasan, melainkan tenaga pembebasan. Dan ketika rakyat mulai berpikir, doa mereka tak lagi sekadar permohonan—melainkan tekad untuk mengubah keadaan.
Watch the full video of Kalau tidak kritis namanya bukan religius, melainkan hanya ritualis. on Febspot. This original video clip is part of our growing collection of viral videos shared by Tahrumie
Discover more trending videos, full clips and exclusive video content on Febspot.
Latest Videos Partner Program Terms of Service About Us Copyright Cookie Privacy Contact