Carlo Ancelotti 2

Skor EIGHTEAST
21 Views
Di akhir 1990-an, Carlo Ancelotti baru saja menutup kariernya sebagai gelandang elegan Italia. Wajahnya nyaris tak berubah hingga hari ini. Pada 1997, ia sudah berdiri di pinggir lapangan, memulai babak penting sebagai pelatih. Saat itu, Ancelotti memang belum menangani AC Milan. Ia masih melatih Parma. Namun ia hidup di era yang sama ketika Milan memiliki salah satu skuad paling ditakuti di Eropa. Musim 1996/1997, AC Milan tampil begitu dominan. Di bawah Fabio Capello, pertahanan mereka berdiri kokoh dengan Maldini, Baresi, Costacurta, dan Sebastiano Rossi. Disiplin, rapat, dan nyaris tak tertembus. Lini tengah diisi Albertini, Desailly, dan Boban. Perpaduan fisik, visi bermain, dan kecerdasan taktik khas Italia. Di depan, George Weah—Ballon d’Or 1995—masih berada di puncak performa dan jadi momok bagi lawan. Hasilnya, Milan menjuarai Serie A 1996/1997 dengan selisih poin yang meyakinkan. Meski Liga Champions tak berjalan sempurna, kualitas skuad mereka tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik di Eropa. Beberapa tahun kemudian, Ancelotti akhirnya benar-benar bersatu dengan AC Milan sebagai pelatih. Pengalaman hidup di era keemasan Serie A inilah yang membentuk ketenangan, karisma, dan filosofi kepelatihannya hingga sekarang.

Latest videos

Latest Videos Partner Program Terms of Service About Us Copyright Cookie Privacy Contact