damai akan datang
Ada kalanya kita terlalu keras pada hidup—memaksa keadaan agar sesuai dengan keinginan, mengejar sesuatu yang belum tentu ditakdirkan, dan menggenggam hal-hal yang justru menyakiti. Kita lupa, tidak semua yang kita inginkan harus kita miliki, dan tidak semua yang pergi adalah kehilangan.
Damai bukan datang saat semua berjalan sesuai rencana, tapi saat kita belajar menerima. Saat kita berhenti memaksakan hati orang lain, berhenti memaksakan hasil, dan mulai percaya bahwa apa yang ditetapkan untuk kita tak akan pernah tertukar.
Ketika kita melepaskan dengan ikhlas, justru di situlah ketenangan mulai tumbuh. Hati menjadi ringan, pikiran menjadi jernih, dan langkah terasa lebih lapang.
Karena sejatinya, damai itu sederhana—ia hadir saat kita berhenti melawan alur, dan mulai berjalan seirama dengan takdir.