Di Final Piala Dunia. Melawan Buffon. 3
Panggungnya adalah yang terbesar dalam sejarah sepak bola.
Final Piala Dunia 2006.
117.000 penggemar di dalam Stadion Olimpiade Berlin.
Di satu sisi, Gianluigi Buffon — bisa dibilang kiper terhebat di generasinya.
Di sisi lain, Zinedine Zidane — memainkan pertandingan terakhir dalam karier legendarisnya.
Hanya tujuh menit setelah pertandingan dimulai, Prancis mendapatkan penalti.
Sebagian besar pemain akan menendangnya dengan keras.
Sebagian besar pemain akan bermain aman.
Tetapi Zidane bukanlah pemain biasa.
Ia menatap Buffon, mengambil beberapa langkah, dan melambungkan bola dengan halus ke tengah gawang. Bola menyentuh bagian bawah mistar gawang, memantul tepat di atas garis gawang, dan berputar keluar.
Untuk sepersekian detik, dunia membeku.
Gol.
Sebuah Panenka.
Di Final Piala Dunia.
Melawan Buffon.
Bukan kesombongan.
Bukan keberuntungan.
Kepercayaan diri yang luar biasa dari seorang pria yang memperlakukan sepak bola seperti seni.
Gol itu dengan sempurna menggambarkan kejeniusan Zidane — tenang di bawah tekanan, tak kenal takut di momen-momen terbesar, dan selalu mampu menghasilkan sesuatu yang bahkan tak seorang pun berani coba.
Ironisnya, pertandingan itu kemudian dikenang karena kartu merahnya yang terkenal setelah menanduk Materazzi.
Namun sebelum momen kegilaan itu, ada momen keajaiban murni.
Tendangan penalti melambung yang nyaris melewati garis gawang namun mengukir sejarah sepak bola.
Dua puluh tahun kemudian, para penggemar masih memperdebatkan apakah itu berani atau gila.
Mungkin keduanya.
Karena hanya Zidane yang bisa pensiun dari sepak bola setelah mencetak salah satu gol paling dingin yang pernah ada dalam olahraga ini... dan tetap membuat dunia menginginkan lebih. ????????✨
#zidane #zinedinezidane
#panenka #buffon #worldcup2006 #footballmoments #viralfootball #footballgenius #football #footballedits #fypppp #sepakbola #bola #fyppppppppppppppppppppppp