Pada tahun 1999, saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberlakukan kebijakan libur sekolah selama bulan Ramadan.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberi ruang bagi para siswa agar dapat lebih fokus pada ibadah, pendidikan agama, serta kebersamaan keluarga selama bulan suci.
Saat itu, kegiatan belajar tidak sepenuhnya dihentikan, karena banyak sekolah dan masyarakat mengisinya dengan pesantren kilat dan pembelajaran keagamaan di lingkungan masing-masing.
Kebijakan ini mencerminkan pendekatan Gus Dur yang humanis, menghargai nilai keagamaan, serta menempatkan pendidikan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.
???? Video ini disajikan untuk edukasi dan konteks historis. Konten di dalamnya tidak bertujuan mengagungkan atau membenarkan kekerasan, ideologi ekstrem, maupun ujaran kebencian. Seluruh informasi disampaikan agar penonton dapat memahami peristiwa sejarah secara objektif dan kritis.
Step into the world of luxury and performance with this stunning car showcase! 🚘🔥
Take a closer look at beautiful luxury cars, premium designs, impressive details, and the kind of automotive style every car...
HER2-targeted therapy has transformed HER2-positive breast cancer—but protecting the heart is an important part of treatment. ❤️ Regular cardiac monitoring helps detect changes early and allows treatment to be managed...