Setelah diusir keluar, Butt berjalan menuju ruang ganti saat timnya sudah tertinggal 2-0.
Mantan gelandang Manchester United F.C., Nicky Butt, pernah mengenang salah satu momen paling emosional dalam kariernya saat menghadapi Chelsea F.C. pada Oktober 1999. Dalam pertandingan panas tersebut, Butt harus menerima kartu merah setelah terlibat insiden dengan gelandang Chelsea, Dennis Wise.
Butt menceritakan bahwa insiden itu bermula ketika dirinya terjatuh di lapangan. Saat berada di bawah, ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari Wise yang mencubitnya serta menendang kepalanya. Namun, menurut Butt, wasit tidak memberikan tindakan apa pun terhadap kejadian tersebut.
Merasa diperlakukan tidak adil dan tanpa perlindungan dari wasit, emosi Butt akhirnya meledak. Ia pun bereaksi dengan menendang Wise di bagian samping tubuhnya. Tindakan itu langsung berujung kartu merah yang membuatnya harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Setelah diusir keluar, Butt berjalan menuju ruang ganti saat timnya sudah tertinggal 2-0. Dari dalam ruang ganti stadion lama yang memungkinkan suara penonton terdengar jelas, ia terus mendengar sorakan setiap kali Chelsea mencetak gol tambahan.
Skor pun terus bertambah menjadi 3-0, lalu 4-0, hingga akhirnya 5-0. Mendengar setiap sorakan itu membuat Butt semakin merasa bersalah karena tidak bisa membantu timnya di lapangan.
Ia bahkan sempat berpikir akan mendapat kemarahan dari manajer ketika kembali ke ruang ganti. Namun, kenyataannya tidak demikian. Meski sang manajer tidak memarahinya, Butt mengaku perasaan bersalah karena merasa mengecewakan rekan setimnya tetap menjadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.
Momen tersebut menjadi salah satu kisah yang menunjukkan bagaimana panasnya rivalitas dan emosi dalam pertandingan sepak bola di era itu. ⚽🔥
Sponsored