Bayi Monyet Lebih Memilih Kehangatan daripada Susu ⁉️
Pada 1950–1960-an, psikolog Amerika Harry Harlow melakukan serangkaian eksperimen pada bayi monyet rhesus (Macaca mulatta) untuk mempelajari keterikatan emosional. Bayi monyet dipisahkan dari induk aslinya dan diberi dua induk buatan: satu terbuat dari kawat yang menyediakan susu, dan satu lagi dilapisi kain lembut yang memberi kehangatan namun tanpa makanan. Hasilnya menunjukkan bahwa bayi monyet hampir selalu memilih induk kain dan hanya mendatangi induk kawat saat lapar. Temuan ini membuktikan bahwa keterikatan tidak hanya didorong oleh kebutuhan biologis seperti makanan, tetapi juga oleh sentuhan, rasa aman, dan kenyamanan emosional.
Namun, pemisahan dari induk asli menyebabkan banyak bayi monyet mengalami stres berat, depresi, dan gangguan perilaku jangka panjang. Karena dampak psikologis yang serius, eksperimen ini menuai kecaman luas dan menjadi contoh penting dalam perdebatan etika penelitian, sekaligus mendorong lahirnya standar etika yang lebih ketat dalam riset psikologi.
📌 Video ini disajikan untuk edukasi dan konteks historis. Konten di dalamnya tidak bertujuan mengagungkan atau membenarkan kekerasan, ideologi ekstrem, maupun ujaran kebencian. Seluruh informasi disampaikan agar penonton dapat memahami peristiwa sejarah secara objektif dan kritis.
Sponsored