303VIP | Di bawah asuhan Sven-Göran Eriksson, Inggris tampil kurang meyakinkan di fase grup, dan mereka tersingkir di perempat final

Petir Zeuss
0 Views
Saat itu, Inggris datang dengan apa yang kerap disebut sebagai “Golden Generation”—sebuah skuad mewah berisi pemain-pemain kelas dunia yang bersinar di klub masing-masing. Di lini tengah ada Steven Gerrard, Frank Lampard, dan Paul Scholes (sebelum pensiun dari timnas). Di sayap ada David Beckham, ikon global dan eksekutor bola mati terbaik dunia. Lini serang dihuni Wayne Rooney yang sedang berada di masa keemasan, ditemani striker berpengalaman seperti Michael Owen. Belum lagi pertahanan yang dikawal John Terry, Rio Ferdinand, Ashley Cole, dan kiper utama Paul Robinson. Secara kualitas individu, ini adalah salah satu skuad terkuat yang pernah dimiliki Inggris. Namun faktanya berkata lain. Di bawah asuhan Sven-Göran Eriksson, Inggris tampil kurang meyakinkan di fase grup, dan mereka tersingkir di perempat final setelah kalah adu penalti dari Portugal—sebuah pola yang berkali-kali menimpa mereka. Drama semakin lengkap ketika Wayne Rooney dikartu merah akibat insiden dengan Ricardo Carvalho, membuat Inggris bermain dengan 10 orang sebelum akhirnya tumbang di babak tos-tosan. #303VIPfootballfootballanalysisfootballfactsfootballtiktokfootballnews
Partner Program Latest Videos Terms of Service About Us Copyright Cookie Privacy Contact