jangan makan
Semut dapat melewati berbagai permukaan sebelum mencapai makanan, mulai dari tanah, lantai, saluran air, hingga tempat yang mengandung kotoran. Selama berpindah, semut berpotensi membawa mikroorganisme pada tubuhnya dan memindahkannya ke makanan yang terbuka. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis semut dapat membawa bakteri seperti Escherichia coli (E. coli), koliform, Salmonella, dan Listeria, yang merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit apabila mencemari makanan.
Makanan yang disentuh satu atau dua ekor semut tidak otomatis menjadi berbahaya. Tingkat risikonya dipengaruhi oleh jenis makanan, jumlah semut yang mengerubungi, serta berapa lama makanan dibiarkan terbuka. Makanan basah, berkuah, atau yang sudah berada di suhu ruang dalam waktu lama memiliki risiko kontaminasi yang lebih tinggi dibandingkan makanan kering.
Apabila makanan sudah dikerubungi banyak semut atau kebersihannya sudah tidak dapat dipastikan, pilihan yang paling aman adalah tidak mengonsumsinya. Sebaliknya, jika semut hanya berada di bagian luar kemasan yang masih tertutup rapat, cukup bersihkan bagian luar kemasan sebelum dibuka agar isi makanan tetap terlindungi dari kontaminasi.
Sumber:
Simothy L, Mahomoodally F, Neetoo H. A Study on the Potential of Ants to Act as Vectors of Foodborne Pathogens. AIMS Microbiology (2018)
📍Link cek di bio
Ikuti👉 dewafakta 👈 untuk video-video fakta menarik lainnya
📩 DM untuk penghapusan video.
⚠️ Semua gambar adalah milik pemiliknya masing-masing‼️
#fakta
Sign in to join the conversation.
Sign in with Google
Comments