Baggio hanya berdiri terpaku, tangan di pinggul, menatap hampa saat seluruh dunia melihat mimpinya runtuh dalam sekejap

Petir Zeuss
0 Views
Pada 17 Juli 1994 di Rose Bowl, Italia dan Brasil berduel hingga adu penalti setelah 120 menit tanpa gol. Roberto Baggio — si Divine Ponytail yang menggendong Italia ke final lewat lima gol krusial — melangkah sebagai penendang kelima, penentu hidup-mati mimpi Azzurri. Namun bola yang seharusnya menjadi penyelamat justru melambung tinggi melewati mistar Taffarel. Brasil menang 3-2. Italia kembali gagal meraih gelar dunia. Dan Baggio hanya berdiri terpaku, tangan di pinggul, menatap hampa saat seluruh dunia melihat mimpinya runtuh dalam sekejap. Lebih dari 30 tahun berlalu, kini di usia 58 tahun, bayang-bayang kegagalan itu tak pernah benar-benar pergi. Dalam setiap wawancara, dokumenter, atau saat bertemu penggemar, satu kata selalu keluar dari mulutnya: “Maaf.” Sebuah penyesalan yang melekat lebih kuat daripada seluruh kejeniusannya di lapangan. Satu tendangan — yang terus menghantuinya, selamanya. #303VIPfootballfootballanalysisfootballfactsfootballtiktokfootballnews

Latest Videos

গ্যাস সংকট নিরসনের দাবিতে সিপিবি এর বিক্ষোভ

গ্যাস সংকট নিরসনের দাবিতে সিপিবি এর বিক্ষোভ

Khondoker “Hirok” Hirokul Islam 0 views
গ্যাস সংকট নিরসনের দাবিতে কারওয়ান বাজারে তিতাস গ্যাস কার্যালয়ের সামনে সিপিবি ঢাকা মহানগর উত্তর এর বিক্ষোভ #গ্যাসসংকট #সিপিবি #cpb #communistpaty
Partner Program Latest Videos Terms of Service About Us Copyright Cookie Privacy Contact