Maradona menangis karena Argentina menjadi runner-up di bawah Jerman pada Piala Dunia 1990.

Dora Budeg
8 Views
Maradona menangis karena Argentina menjadi runner-up di bawah Jerman pada Piala Dunia 1990. Ia merasa gelar juara mereka telah dirampok oleh konspirasi dan keputusan wasit yang tidak adil. Bagi Maradona, kemenangan bukan sekadar koleksi trofi, melainkan sebuah misi suci untuk membela harkat martabat rakyat Argentina di panggung dunia. Maradona sangat vokal menuduh adanya "tangan-tangan gelap" yang tidak ingin Argentina kembali menjadi juara. Sepanjang turnamen Italia 1990, tim Argentina terus-menerus disoraki oleh publik tuan rumah, terutama setelah Maradona dan Argentina menyingkirkan Italia di babak semifinal yang digelar di Naples—kota tempat Maradona bermain untuk klub Napoli. Kemarahan Maradona memuncak akibat penalti kontroversial yang diberikan oleh wasit Edgardo Codesal kepada Jerman Barat pada menit ke-85. Maradona merasa FIFA sengaja mengatur agar Argentina kalah sebagai hukuman atas kelakuannya yang vokal menentang otoritas sepak bola tertinggi tersebut. Piala Dunia 1990 adalah turnamen yang sangat menyiksa bagi Maradona secara fisik. Ia bermain dalam kondisi cedera pergelangan kaki yang parah hingga harus disuntik penahan rasa sakit menjelang setiap pertandingan. Pengorbanan fisik yang luar biasa besar tersebut berakhir antiklimaks akibat satu keputusan penalti kontroversial, yang membuat benteng pertahanan mentalnya runtuh seketika setelah peluit panjang berbunyi.