pada momen itu, De Bruyne berbicara lewat tendangan yang tak mampu dihentikan Courtois
Dalam beberapa musim terakhir, duel antara Manchester City dan Real Madrid di Liga Champions selalu terasa seperti final yang datang terlalu cepat. Intensitasnya tinggi, kualitasnya elite, dan di dalamnya ada duel personal antara dua rekan senegara Belgia: Kevin De Bruyne dan Thibaut Courtois.
Salah satu momen paling diingat terjadi pada leg pertama semifinal Liga Champions 2022/2023 di Santiago Bernabéu. Malam itu, Madrid sempat unggul lebih dulu lewat gol Vinícius Júnior. City tak panik. Mereka tetap memainkan pola sabar khas tim asuhan Pep Guardiola.
Di babak kedua, bola liar mengarah ke De Bruyne di luar kotak penalti. Tanpa banyak sentuhan, ia melepaskan tendangan keras kaki kanan menyusur tanah. Arah bola tajam ke sudut gawang. Courtois sudah meregangkan tubuhnya, tetapi laju bola terlalu presisi. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol itu bukan sekadar penyama kedudukan. Itu adalah gol penting yang menjaga harapan City sebelum akhirnya memastikan tiket final di leg kedua di Etihad dengan kemenangan telak 4-0. Secara fakta pertandingan, momen tersebut murni kualitas teknis: penempatan bola, timing, dan ketenangan De Bruyne di panggung sebesar itu.
Publik memang sering mengaitkan duel keduanya dengan kisah pribadi lama di luar lapangan. Namun dalam konteks pertandingan resmi, tidak ada selebrasi provokatif atau gestur sindiran dari De Bruyne kepada Courtois. Ia merayakan gol secara normal bersama rekan-rekannya. Rivalitas yang terlihat di lapangan sepenuhnya bersifat profesional.
Di level tertinggi sepak bola Eropa, cerita personal tenggelam oleh tuntutan performa. Saat City dan Madrid bertemu, yang berbicara adalah kualitas. Dan pada momen itu, De Bruyne berbicara lewat tendangan yang tak mampu dihentikan Courtois