Patah hati bukan cuma membuat perasaan sedih, tetapi juga memengaruhi tubuh

gxolio
2 Views
Patah hati bukan cuma membuat perasaan sedih, tetapi juga memengaruhi tubuh. Menurut sains, saat seseorang mengalami kehilangan atau putus cinta, tubuh akan melepaskan hormon stres. Akibatnya, muncul berbagai reaksi seperti susah tidur, nafsu makan berubah, sulit fokus, jantung berdebar, atau dada terasa tidak nyaman. Karena itu, tubuh tidak bisa langsung kembali normal dan memang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Selain waktu, seseorang juga membutuhkan "ruang" untuk pulih. Maksudnya adalah memberi jarak dari hal-hal yang terus mengingatkan pada mantan atau kejadian yang menyakitkan. Semakin jarang otak mendapat pemicu tersebut, biasanya perasaan sedih akan semakin berkurang dan lebih mudah dikendalikan. Penelitian menemukan bahwa pada banyak orang, rasa stres akibat putus cinta mulai mereda dalam waktu sekitar 11 hingga 13 minggu. Proses pemulihan ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Pada sebagian orang, dampak emosional dari hubungan yang telah berakhir juga masih dapat bertahan selama bertahun-tahun, bahkan hingga sekitar 4-8 tahun. Bukan berarti mereka terus merasa sedih selama itu, melainkan kenangan atau pengaruh emosional dari hubungan tersebut masih bisa tersisa meski kehidupan mereka sudah kembali berjalan normal. Pulih juga bukan berarti kembali seperti dulu, tetapi mampu menerima apa yang terjadi, bangkit, dan melanjutkan hidup dengan lebih kuat serta lebih dewasa. Sumber: Acolin J, dkk. Trajectory of Depressive Symptoms in the Context of Romantic Relationship Breakup: Characterizing the Natural Course of Response and Recovery in Young Adults. Emerging Adulthood (2023). 🎬: McMasterUTV ⚠️ Semua gambar adalah milik pemiliknya masing-masing‼️ #fakta