Setelah peluit panjang dibunyikan, Michael Carrick langsung berjalan ke arah tribun suporter tandang Manchester United
Setelah peluit panjang dibunyikan, Michael Carrick langsung berjalan ke arah tribun suporter tandang Manchester United yang masih bertahan di stadion di tengah hujan deras. Sambil menatap ke arah mereka, Carrick mengangkat kedua belah tangannya tinggi-tinggi dengan telapak tangan terbuka (palms outstretched) sebagai bentuk permohonan maaf yang mendalam atas kekalahan memalukan tersebut.
Setelah memberikan gestur maaf kepada suporter, Carrick langsung berbalik badan. Ekspresi wajahnya tampak sangat dingin dan kecewa berat. Saat berjalan kembali, ia sama sekali tidak menatap, menyalami, ataupun memedulikan satu pun pemain Manchester United yang sedang berjalan lesu di lapangan. Ia melewati mereka begitu saja seolah-olah mereka tidak ada.
Kekalahan telak 4-1 dari Como ini memperpanjang rekor buruk Manchester United menjadi 7 pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Gestur Carrick yang mengangkat tangan meminta maaf dan mengabaikan pemainnya ini dinilai oleh banyak pundit mirip dengan momen Ole Gunnar Solskjaer saat kalah 4-1 dari Watford pada 2021 lalu—sebuah sinyal kuat bahwa Carrick merasa posisinya sebagai manajer kini berada di ujung tanduk.
Sign in to join the conversation.
Sign in with Google
Comments