Jadi harus percaya sama siapa??
Ramalan sering dikaitkan dengan kemampuan seseorang untuk mengetahui atau memprediksi masa depan. Hingga sekarang tidak ada bukti ilmiah bahwa manusia benar-benar dapat mengetahui kejadian yang belum terjadi. Masa depan dipengaruhi oleh banyak hal, seperti keputusan manusia, keadaan sekitar, dan peristiwa yang tidak bisa dipastikan sebelumnya.
Banyak peramal terlihat seperti mengetahui sesuatu tentang masa depan. Kenyataannya, ramalan biasanya disampaikan dengan kalimat yg sangat umum dan tdk terlalu jelas. Kalimat seperti ini mudah terasa cocok dengan kehidupan banyak orang. Hal tentang rezeki, hubungan, masalah hidup, atau perubahan dalam kehidupan adalah pengalaman yang hampir pernah dialami oleh siapa saja.
Ramalan juga sering menggunakan kata-kata yg samar sehingga bisa diartikan dengan berbagai cara. Setelah suatu peristiwa terjadi, orang sering merasa ramalan itu tepat karena mengaitkannya dengan kejadian yang dialami.
Manusia cenderung lebih mengingat ramalan yg terasa cocok dan melupakan ramalan yg tidak terjadi. Dalam psikologi hal ini dikenal sebagai confirmation bias, yaitu kecenderungan manusia lebih memperhatikan hal yang terasa sesuai dengan pengalaman atau keyakinannya.
Keadaan seperti ini membuat peramal terlihat seolah mengetahui masa depan, padahal sebenarnya tdk. Ramalan hanya memanfaatkan kalimat yang umum dan cara manusia menafsirkan serta mengingat informasi.
Sumber:
American Psychological Association - Confirmation Bias; Bertram R. Forer (1949) - The Fallacy of Personal Validation; National Science Foundation - Scientific Method and Pseudoscience.
📍Link cek di bio
Ikuti👉 dewafakta 👈 untuk video-video fakta menarik lainnya
📩 DM untuk penghapusan video.
⚠️ Semua gambar adalah milik pemiliknya masing-masing‼️
#fakta
Sign in to join the conversation.
Sign in with Google
Comments