EFL Cup Final

Rodi Isril
42 Views
Malam di Wembley Stadium, suporter Manchester City yang masih bertahan di tribun, bernyanyi dan bersorak merayakan kemenangan tim kesayangan mereka di final EFL Cup Final. Skor 2-0 atas Arsenal memastikan trofi jatuh ke tangan mereka. Di tengah gemuruh itu, berdirilah Abdukodir Khusanov, memegang piala dengan kedua tangannya. Namun, alih-alih mengangkatnya tinggi-tinggi seperti pemain lain, ia justru menunduk sedikit, tersenyum kikuk, Khusanov hanya tertawa kecil, menggeleng pelan, tampak malu-malu. Melihat itu, Phil Foden mendekat lebih dulu. Dengan senyum jahil, ia menepuk bahu Khusanov dan mencoba mengangkat tangan sang pemain bersama piala. Kemudia Erling Haaland ikut bergabung, tertawa lebar. Dengan gaya khasnya yang penuh energi, ia hampir “memaksa” Khusanov untuk mengangkat piala lebih tinggi. Bahkan Gianluigi Donnarumma ikut mendorong dari belakang sambil tertawa, membuat suasana semakin cair. Dengan wajah masih sedikit memerah dan senyum yang tak berhenti, akhirnya ia mengangkat trofi itu ke udara. Seketika, stadion meledak oleh sorakan. Di sekitar mereka, rekan-rekan setim hanya bisa tersenyum hangat. Beberapa bertepuk tangan, yang lain tertawa melihat tingkah malu-malu Khusanov. Momen itu terasa tulus bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi juga perayaan seorang pemain muda yang masih rendah hati di tengah sorotan besar

Latest videos

Latest Videos Partner Program Terms of Service About Us Copyright Cookie Privacy Contact