bukan untuk diajarkan, melainkan untuk menentukan apakah gerakan-gerakan tersebut secara fisik mungkin ditiru oleh pemain profesional pada umumnya; hasilnya, empat di antaranya dinyatakan mustahil untuk ditiru.
Penyerang asal Brasil ini memenangkan penghargaan Ballon d’Or dua kali berturut-turut pada tahun 2005 dan 2006 saat membela Barcelona—satu-satunya periode dalam sejarah modern penghargaan tersebut di mana pemenangnya dipilih terutama karena keahlian teknis, bukan karena jumlah gol yang dicetak. Messi, Iniesta, dan Guardiola semuanya menyebutnya sebagai pemain paling piawai yang pernah menjadi rekan atau lawan mereka di La Liga. Koleksi 94 golnya bersama Barcelona tetap kalah menonjol dibandingkan deretan kemampuan teknisnya yang belum bisa ditandingi oleh pesepak bola profesional mana pun di era modern.
⚠️No copyright